Pages

blog ini berisi tentang informasi sekitar perkuliahaan

MSDM : contoh klasifikasi dan job deskripsi pekerjaan di perusahaann

Kamis, 15 Desember 2016

Jenis-jenis Profesi Dan Deskripsi Dibidang IT

Saat ini ada banyak aneka profesi di bidang IT atau Teknologi Informasi. Perkembangan dunia IT telah melahirkan bidang baru yang tidak terlepas dari tujuan utamanya yaitu untuk semakin memudahkan manusia dalam melakukan segala aktifitas.Munculnya bidang IT yang baru juga memunculkan profesi di bidang IT yang semakin menjurus sesuai dengan keahlian masing-masing.

Berikut ini merupakan aneka profesi di bidang IT yang perlu kamu ketahui jika ingin berkecimpung di bidang pekerjaan IT atau Teknologi informasi.

 

1.Programmer adalah orang yang membuat suatu aplikasi untuk client/user baik untuk perusahaan, instansi ataupun perorangan.

       Tugas :

      Membuat program baik aplikasi maupun system operasi dengan menggunakan bahasa pemrograman yang ada.

        Kualifikasi :

Menguasai logika dan algoritma pemrograman

Menguasai bahasa pemrograman seperti HTML, Ajax, CSS, JavaScript, C++, VB, PHP, Java, Ruby dll.

Memahami SQL

Menguasai bahasa inggris IT

2.IT Support merupakan pekerjaan IT yang mengharuskan seseorang bisa mengatasi masalah umum yang terjadi pada komputer seperti install software, perbaikan hardware dan membuat jaringan komputer. Profesi ini cukup mudah dilakukan karena bisa dilakukan secara otodidak tanpa memerlukan pendidikan khusus.

Tugas:

Install software

Memperbaiki hardware

Membuat jaringan

Kualifikasi:

Menguasai bagian-bagian hardware komputer

Mengetahui cara install program atau aplikasi software

Menguasai sejumlah aplikasi umum sistem operasi komputer

3.Software Engineer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memproduksi perangkat lunak mulai dari tahap awal spesifikasi sistem sampai pemeliharaan sistem setelah digunakan.

Tugas:

Merancang dan menerapkan metode terbaik dalam pengembangan proyek software

Kualifikasi:

Menguasai keahlian sebagai programmer dan system analyst

Menguasai metode pengembangan software seperti RUP, Agile, XP, Scrum dll

4.Database Administrator adalah mereka yang memiliki keahlian untuk mendesain, mengimplementasi, memelihara dan memperbaiki database.

Tugas:

Menginstal perangkat lunak baru

Mengkonfigurasi hardware dan software dengan sistem administrator

Mengelola keamanan database

Analisa data di database

Kualifikasi:

Menguasai teknologi database seperti Oracle, Sybase, DB2, MS Access serta Sistem Operasi

Menguasai teknologi server dan storage.

5.Web Administrator adalah seseorang yang bertanggung jawab secara teknis terhadap operasional sebuah situs atau website.

Tugas:

Menjaga kelancaran akses situs (instalasi dan konfigurasi sistem)

Merawat hosting dan domain

Mengatur keamanan server dan firewall

Mengatur akun dan kata sandi untuk admin serta user

Kualifikasi:

Menguasai keahlian seorang programmer

Menguasai jaringan (LAN, WAN, Intranet)

Menguasai OS Unix (Linux, FreeBSD, dll)

6.Web Developer adalah mereka yang memiliki keahlian untuk memberikan konsultasi pembangunan sebuah situs dengan konsep yang telah ditentukan.

Tugas:

Menganalisa kebutuhan sistem

Merancang web atau situs (desain dan program)

Mengaktifkan domain dan hosting

Pemeliharaan situs dan promosi

Kualifikasi:

Menguasai pemrograman web

Menguasai pengelolaan database

Mengerti domain dan hosting

Menguasai sistem jaringan

7.Web Designer adalah mereka yang memiliki keahlian dalam membuat design atraktif dan menarik untuk situs serta design untuk kepentingan promosi situs secara visual.

Tugas:

Mendesain tampilan situs

Memastikan tampilan gambar berfungsi ketika ditambahkan bahasa pemrograman

Kualifikasi:

Menguasai HTML, CSS dan XHTML

Menguasai Adobe Photoshop & Illustrator

Memiliki jiwa seni dan harus kreatif

Itulah aneka profesi di bidang IT yang sangat potensial untuk dijadikan karir ke depannya dan profesi di bidang IT ini mungkin saja akan semakin bertambah seiring berkembangnya dunia teknologi informasi sehingga kesempatan mencari lowongan kerja it atau sesuai bidang ini semakin terbuka lebar.

8.Network Engineer adalah orang yang berkecimpung dalam bidang teknis jaringan computer dari maintenance sampai pada troubleshooting-nya.

Tugas :

Membuat jaringan untuk perusahaan atau instansi

Mengatur email, anti spam dan virus protection

Melakukan pengaturan user account, izin dan kata sandi

Mengawasi penggunaan jaringan

Kualifikasi :

Menguasai server, workstation dan hub/switch

9.System Analyst adalah orang yang memiliki keahlian untuk menganalisa system yang akan diimplementasikan, mulai dari menganalisa system yang ada, kelebihan dan kekurangannya, sampai studi kelayakan dan desain system yang akan dikembangkan.

Tugas :

Mengembangkan perangkat lunak/software dalam tahapan requirement, design dan construction

Membuat dokumen requirement dan desain software berdasarkan jenis bisnis customer

Membangun framework untuk digunakan dalam pengembangan software oleh programmer Kualifikasi :

Menguasai keahlian sebagai programmer

Menguasai metode dan best practice pemrograman

Memahami arsitektur aplikasi dan teknologi terkini

Kebutuhan MSDM bagi Organisasi dan Perusahaan

Selasa, 13 Desember 2016

Kebutuhan MSDM bagi Organisasi dan Perusahaan.

Peranan sumber daya manusia dalam berorganisasi sangatlah penting karena sumberdaya manusia ini sebagai pengelola system, agar system ini tetap berjalan tentu dalam pengelolaannya harus memperhatikan aspek-aspek penting seperti pelatihan, pengembangan , dan motivasi. Dalam hal ini sumber daya manusia dijadikan manejemen sebagai salah satu indikator penting pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan vital.
SDM merupakan aset organisasi yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak dapat digantikan oleh sumber daya lainnya.SDM dalam organisasi harus senantiasa berorientasi terhadap visi,misi,tujuan,dan sasaran organisasi dimana dia berada di dalamnya.
Untuk mencapai visi,misi,tujuan tersebut tentu manusia harus memiliki nilai kompetensi dan karekteristik, ada lima nilai karekter dan kompetensi yaitu :
  1.  Motivasi
  2.  Sikap atau ciri bawaan
  3.  Konsep diri
  4.  Pengetahuan
  5. Skills

Dan sekurang-kurangnya SDM harus menyesuaikan diri dengan tuntutan global yang cenderung bersifat tanpa batas.
Ada 4 peran yang harus dimiliki oleh SDM dalam menghadapi tuntutan atau tantangan global:
  1. Melakukan analisis jabatan
  2. Merencanakan kebutuhan tenaga kerja dan merekrut calon tenaga kerja
  3. Menyeleksi tenaga kerja
  4.  Memperhatikan atau menata gaji dan upah karyawan.

Manajemen sumber daya manusia merupakan bagian dari ilmu manajemen yang memfokuskan perhatiannya pada pengaturan peranan sumber daya manusia dalam kegiatan suatu organisasi.
Dalam mencapai tujuannya tentu suatu organisasi memerlukan sumber daya manusia sebagai pengelola sistem, agar sistem ini berjalan tentu dalam pengelolaanya harus memperhatikan beberapa aspek penting seperti pelatihan, pengembangan, motivasi dan aspek-aspek lainya. Hal ini akan menjadikan manajemen sumber daya manusia sebagai salah satu indikator penting pencapaian tujuan organisasi secara efektif dan efisien.
Sumber daya manusia merupakan asset organisasi yang sangat vital, karena itu peran dan fungsinya tidak bisa digantikan oleh sumber daya lainnya. Betapapun modern teknologi yang digunakan, atau seberapa banyak dana yang disiapkan, namun tanpa sumber daya manusia yan professional semuanya menjadi tidak bermakna .
Eksistensi sumber daya manusia dalam kondisi lingkungan yang terus berubah tidak dapat dipungkiri, oleh karena itu dituntut kemampuan beradaptasi yang tinggi agar mereka tidak tergilas oleh perubahan itu sendiri. Sumber daya manusia dalam organisasi harus senantiasa berorientasi terhadap visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi di mana dia berada di dalamnya .

            

Peran staregis Manajemen Sumber Daya Manusia

Peran Strategis MSDM

Seperti yang telah kita ketahui bersama, sebelum manusia diturunkan ke bumi Allah telah menciptakan bumi ini terlebih dahulu, ini berarti bahwa Allah telah menyiapkan bebagai macam komponen di muka bumi ini yang dapat digunakan untuk melangsungkan kehidupan manusia. Di bumi manusia dapat melakukan berbagai macam aktivitas untuk melangsungkan kebutuhan hidupnya, baik makan, minum, tidur, bekerja, dan melakukan aktivitas keseharian lainnya. Setiap aktivitas maupun kegiatan yang kita lakukan haruslah sesuai dengan ketentuan Al-qur-an, seperti bekerja dalam berdagang, bekerjalah dengan baik, profesional, tidak melakukan perbuatan penipuan untuk mendapatkan keuntungan, tidak menindas kaum lemah, dan perbuatan-perbuatan lainnya yang dapat merugikan pihak lain. Pada intinya dalam bekerja tidak menyalahi ketentuan agama.
Al-qur’an memberikan pedoman bagi seluruh umat manusia dalam menjalani kehidupan di dunia untuk mendapatkan kehidupan yang yang indah di akhirat kelak. Allah menyediakan suatu tempat yang bernama bumi ini secara gratis yang dapat dikelola oleh manusia. Di bumi tersebut banyak sekali sumber daya alam yang dapat dimanfaatkan untuk dikelola oleh manusia. Bayangkan saja jika di bumi tidak ada sumber daya alam yang dapat dikelola untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, pastinya manusia akan hidup terkantung-kantung dan kelaparan. Begitu murahnya Allah kepada kita sudah menyediakan alam dan kita hanya mengelolanya saja. Jadi begitu pentingnya sumber daya alam bagi manusia untuk melangsungkan kebutuhan hidupnya. Dengan kecerdasan akal pikiran yang dimiliki oleh manusia, manusia sebagai penguasa (pemimpin) mampu mengelola sumber daya alam ini dengan sebagai mana mestinya untuk kemaslahatan umat bersama.
Di era kehidupan saat ini pemanfaatan sumber daya alam yang dikelola oleh manusia dapat menjadikan tolak ukur kemajuan suatu daerah maupun suatu negara. Jika suatu daerah atau negara mampu mengoptimalisasi sumber daya alam yang ada, seperti tambang minyak, tambang emas, dan dari perut bumi lainnya, lalu hasilnya digunakan untuk kepentingan umat bersama, maka masyarakatnya pun akan dapat tercukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dan jika masyaraktnya tercukupi kebutuhan hidupnya, maka kamajuan suatu daerah atau suatu negara pun akan dapat terwujud.
Dari gambaran di atas, dapat kita lihat kenyataan permasalahan sekarang yang dihadapi antara manusia dengan alam. Manusia tidak mengoptimalkan kekayaan alam yang ada, manusia tidak mampu mengolah kekayaan alam yang ada, justru malah yang ada manusia merusak alam yang ada. Dengan cara berbagai macam tindakan seperti menggali bahan tambang yang ada di perut bumi, lalu kemudian keuntungan materilnya dipergunakan untuk kepentingan individu saja, atau bisa dikatakan “korupsi”. Padahal jika keuntungan materil tersebut dipergunakan untuk kepentingan orang banyak pasti akan menimbulkan kesejahteraan bagi masyarakat luas. Manusia sebagai khalifah di muka bumi ini semestinya dapat memimpin dirinya sendiri untuk tidak mengikuti nafsu pribadinya, namun kenyataannya manusia itu memang serakah, tidak cukup satu, dua, atau tiga, bahkan semuanya akan dikuasai, inilah penyebab kerusakan di muka bumi ini dan inilah permasalahan yang akan dibahas dalam makalah ini. Sesuai dengan judul makalah, kami sabagai penulis ingin menyalurkan pengetahuan beserta opini kami terhadap sumber daya alam perspektif Al-Qur’an ditinjau dari segi sosial.

Manusia adalah sumber daya karena manusia (tenaga, pikiran, waktu) dapat dimanfaatkan untuk memenuhi manusia lain (melaksanakan program kegiatan organisasi guna mencapai tujuan organisasi). Sumber Daya Manusia (SDM) adalah faktor sentral dalam suatu organisasi. Apapun bentuk serta tujuannya, organisasi dibuat berdasarkan berbagai visi untuk kepentingan manusia dan dalam pelaksanaan misinya dikelola dan diurus oleh manusia. Jadi, manusia merupakan faktor strategis dalam semua kegiatan institusi/organisasi. Selanjutnya, MSDM berarti mengatur, mengurus SDM berdasarkan visi perusahaan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara optimum. Karenanya, MSDM juga menjadi bagian dari Ilmu Manajemen (Management Science) yang mengacu kepada fungsi manajemen dalam pelaksanaan proses-proses perencanaan, pengorganisasian, staffing, memimpin dan mengendalikan.

contoh penelitian kepeminpinan islam

Minggu, 11 Desember 2016

Nama Lembaga, Alamat dan Sejarah Berdirinya

a.       Nam lembaga        : Yayasan Pendidikan Baldatul Ummah
b.      Alamat                  : Jl. Sukatani rt 01 rw 06, Desa Bojong, kec. Bungbulang
c.       Sejarah berdirinya
Yayasan perndidikan baldatul ummah didirikan  pada tahun 2008 oleh H Acip Ginanar S.Ag M.Ag. yaysaa ini bergerak di bidang pendidikan. Pada awalanya yayasan ini hanya menyediakan jenjang pendidikan Madrsah Tsanawiah saja namun seiring dengan perkembangannya yayasan ini sekrang mempunyai jenjang pendidikan dari  mulai tingkat PAUD sampai ke Madrasah aliyah.
Kata Baldatul ummah memiliki sendiri memiliki arti baldah yang artinya tempat dan ummah yang berarti umat.  Penamaan yayasan ini sendiri di ambil dari cita-cita pendirinya yang menginginkan yayasan ini kelak akan menjadi tempat berkumpul umat. Dimana ketika umat bisa bisa di kumpulkan yang kemudian bisa digerakan untuk hal yang fositif hal ini akan memudahkan memajuka daerah tersebut baik di bidang ekonomi, pendidikan serta politik.
2.        Pimpinan : H. Acip Ginanjar S.Ag M.Ag
Biografi H. Acip Ginanjar S.Ag M.Ag                     
Nama                         :  Acip Ginanjar
Alamat                       : Kp. Sukatani  RT : 01 RW : 06 Des. Bojong Kec. Bungbulang Kab. Garut
Tempat tanggal lahir  : Garut, 10 mei 1966
Jenis kelamin             : Laki - Laki
Agama                       : Islam
Kewarganegaraan      : Indonesia
Riwayat pendidikan :
1957 - 1981  : SDN Bojong 2
1981 – 1981 : SMPN PGRI Bungbulang
1981 – 1984   : SMAN 1 Cikolot
1989 – 1933  : STAIN Cirebon
2008 – 2009   : UIN Syarif Hidayatullah

3                 Produk

Yayasan ini bergerak di bidang pendidikan, adapun produknya adalah :
1.      PAUD
2.      Madrasah Ibtidaiyah
3.      Madrasah Tsanawiyah
4.      Madrasaha Alayiah 

 Suksesi kepeminpinan

Suksesi adalah suatu proses perubahan, berlangsung satu arah secara teratur yang terjadi pada suatu komunitas dalam jangka waktu tertentu hingga terbentuk komunitas baru yang berbeda dengan komunitas semula. Dengan perkataan lain, suksesi dapat diartikan sebagai perkembangan ekosistem tidak seimbang menuju ekosistem seimbang. Suksesi terjadi sebagai akibat modifikasi lingkungan fisik dalam komunitas atau ekosistem.Peminpin sendiri memiliki arti seseorang yang menempati peranan sentral atau posisi dominant dan pengaruh suatu kelompok
Sedangkan kepemimpinan yang efektif menurut Siagian (1982) adalah kepemimpinan yang mampu menumbuhkan, memelihara, dan mengembangkan usaha dan iklim yang kooperatif dalam kehidupan organisasional, dan yang tercermin dalam kecekatannya mengambil keputusan.
Dengan demikian Suksesi kepemimpinan adalah suatu proses peralihan dari suatu generasi ke generasi yang lain, selanjutnya untuk memimpin sekelompok orang dalam satu wilayah atau lokal tertentu dan untuk jangka waktu tertentu.
Di Yayasan Pendidikan Baldatul Ummah sendiri suksesi kepeminpinan dilakukan dengan pengkaderan terhadap calon-calon peminpin yang akan mepimpin yayasan kelak. Pengkaderan ini salah satunya dilakukan dengan cara menyelenggarakan kegiatan – kegiatan yang beruhubungan dengan kepeminpinan. Yakni Osis, Pramuka dan PMR. Lewat kegiatan estrakulikuler ini para siswa dia ajarakan bagaiama menjadi ikut serta dalam oragnisasi yang didalamnya sudah tertentu di dalamnya terdapat pembelajaran tentang kepeminpinan. Selian itu para lulusan dari yayasan ini diaarahkan untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi yang kemudian diharapkan setelah berhasil nanti bisa  kembali untuk mengembangkan yayasan menjadi lebih baik. Untuk  pergantian jabatan mengenai kepala sekolah di tingkat PAUD, MI, MTs serta MA ini ada bebrapa hal yang di perhatikan oleh ketua yayasan, yakni :
a)      Memiliki Kharisma.
Menjadi pemimpin itu tidak mudah. Tidak semudah yang dibayangkan orang. Ia harus siap secara intelektual dan moral. Karena ia akan menjadi figure yang diharapkan banyak orang / bawahan. Perilakunya harus menjadi teladan / patut diteladani. Seorang pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan diatas kemampuan rata-rata bawahannya. Singkatnya: seorang pemimipin harus mempunyai karisma. Karakteristik pemimpin yang punya karisma adalah:
1. Perilakunya terpuji
2. Jujur dan dapat dipercaya
3. Memegang komitmen
4. Konsisten dengan ucapan
5. Memiliki moral agama yang cukup.
b) Memiliki Keberanian
Tidak lucu bila seorang pemimpin tidak memiliki keberanian. Minimal keberanian berbicara, mengemukakan pendapat, beradu argumentasi dan berani membela kebenaran. Secara lebih khusus keberanian itu ditunjukkan dalam komitmen: berani membela yang benar; memegang tegug pada pendirian yang benar; tidak takut gagal; berani ambil resiko; dan berani bertanggungjawab.
c) Memiliki kemampuan mempengaruhi orang lain.
salah satu ciri bahwa seseorang memiliki jiwa kepemimpinan adalah kemampuannya mempengaruhi seseorang untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dengan kemampuannya berkomunikasi, ia dapat mempengaruhi orang lain. Bagaimana caranya untuk mempengaruhi orang lain?
1. Membuat orang lain merasa penting
2. Membantu kesulitan orang lain
3. Mengemukakan wawasan dengan cara pandang yang positif
4. Tidak merendahkan orang lain
5. Memiliki kelebihan atau keahlian.
d) Mampu Membuat Strategi
seorang pemimpin semestinya identik dengan seorang ahli strategi. Maju-mundurnya perusahaan, gagal/berhasilnya suatu organisasi, banyak ditentukan oleh strategi yang dirancang oleh pimpinan perusahaan/ pimpinan organisasi. Bagaimana criteria seorang pemimpin yang mampu menyusun strategi?
1. Menguasai medan
2. memiliki wawasan luas
3. berpikir cerdas
4. kreatif dan inovatif
5. mampu melihat masalah secara komprehensif
6. mampu menyusun skala prioritas
7. mampu memprediksi masa depan.
e) Memiliki Moral yang Tinggisa
Moralitas merupakan ukuran berkwalitas atau tidaknya hidup seseorang. Apalagi seorang pemimpin yang akan menjadi panutan. Seorang pemimpin adalah seorang panutan yang secara moral dapat dipertanggungjawabkan. Bagaimana tanda-tanda seorang pemimpin yang bermoral tinggi? Sbb:
1. tidak menyakiti orang lain
2. menghargai siapa saja
3. bersikap santun
3. Tidak suka konflik
4. Tidak gegabah / grusah-grusuh
5. Tidak mau memiliki yang bukan haknya
6. Perkataannya terkendali dan penuh perhitungan
7. Perilakunya mampu dijadikan contoh.
f) Mampu menjadi Mediator
Seorang pemimpin yang bijak mampu bertindak adil dan berpikir obyektif. Dua hal tersebut akan menunjang tugas pimpinan untuk menjadi seorang mediator. Syarat seorang mediator meliputi beberapa criteria:
1. berpikir positif
2. setiap ada masalah selalu berada di tengah
3. meliki kemampuan melobi
4. mampu mendudukkan masalah secara proporsional
5. mampu membedakan kepentingan pribadi dan kepentingan umum.
6.      Gaya kepeminpinan
Penelitian-penelitian yang bersumber pada pandangan gaya kepemimpinan umumnya memusatkan perhatian mereka pada perbandingan antara gaya dekokratik dan gaya otokratik. Gatto (1992) mengkategorikan gaya kepemimpinan ke dalam 4 macam: Direktif, konsultatif, partisipatif, dan gaya delegasi.
Karakteristik dari setiap gaya tersebut dapat diuraikan secara singkat sebagai berikut:
a. Gayan direktif: Pemimpin yang direktif pada umumnya membuat keputusa-keputusan penting dan banyak terlibat dalam pelaksanaannya. Semua kegiatan terpusat pada pemimimpin. Dan sedikit sekali kebebasan bagi bawahan untuk berkreasi. Pada dasarnya gaya direktif adalah gaya otoriter.
b. Gaya konsultatif: gaya ini dibangun di atas gaya direktif. Kurang otoriter dan banyak melakukan interaksi dengan para staf dan anggota organisasi/ bawahan. Fungsi pemimpin lebih bayak berkonsultasi, memberikan bimbingan, motivasi, memberi nasehat dalam rangka mencapai tujuan.
c. Gaya partisipatif: gaya ini bertolak dari gaya konsultatif yg bisa berkembang kea rah saling percaya antara bawahan dengan pemimpin. Pemimpin cenderung memberi kepercayaan pada kemampuan staf untuk menyelesaikan pekerjaan mereka sebagai tanggungjawab mereka.
d. Gaya delegasi: disebut juga gaya Free-rein. Yaitu gaya yang mendorong kemampuan staf untuk ambil inisiatif.Kurang interaksi dan control yang dilakukan oleh pemimpin, sehingga gaya ini hanya bisa berjalan apabila staf memperlihatkan tingkst kompetensi dan tanggungjawab yang tinggi.
Dalam menjalankan kepeminpinanya H Acip Ginanjar ini tidak selalu menggunakan satu gaya. Hal ini isa di lihat dari pengambilan kebijakan di yayasan pendidikan baldatul ummah ini biasnya di tentuan oleh ketua yayasan. Keputusan ketua yayasan ini bersifat mutlak tidak bisa di ganggu gugat. Hal ini bisa dilihat dari kasus yang pernah ketika lembaga osis yang ingin mengadakan acara namun acara tersebut bertentangan dengan keinginan ketua yayasan maka acara apapun tidak jadi. Namun meski demikian kebijakan – kebijakan yang di ambil oleh ketua yayasan ini tidak terlepas dari saran – saran kepengurusan yayasan. Dimana biasanya ketika akan mengluarkan kebijakan diselenggarakan rapat terlebih dahulu sebelum kebijakan.
Namun disisi lain keua yaysanmemberikan kewenangan yang bebas kepad para kepala sekolah untuk menjalankan program-programnya. Hal ini bisa terlihat ketika kegiatan penerimaan siswa baru. Untuk waktunya biasanya di tentukan oleh ketua yayasan namun  untuk penyelenggaranyaan di serahkan kepada kepala sekolah dan staf yayasan. Ketua yayasaa hanya mengawasi bagaiman kebijakan itu berjalan.
Selain itu ketua yayasan sering memberikan arahan langsung kepada para kepala sekolah dan staf tentang bagaiaman suatu program agar terlaksana dengan baik. hal ini bisa telihat seringny ada evaluasi yang diakan oleh ketua yayasan mengenai keseluruhan prog yang sudah di jalankan. Salah satu contohnya adalah program shalat duha yang menjadi identitas yayasan ini.  
Jika dilihat dari keterangan di atas maka gaya kepeminpina yang berjalan di yayasan ini cenderung konsultif. Hal ini bisa dilhat dari cara mengambil keputusan penting yang dilakukan oleh yayasan. Meskipunn hasilna di pengaruhi oleh kepunguran yang lain namun tetap saja keputusan akhir berada di tangan ketua yayasan.
Terdapat dua dampak dari gaya kepeminpinan ini. Yakni sisi positif dan negative.sisi pofitipnya adalh semua program atau kebijakan yang sikeluarkan ini dapat terlaksana sehingga menciptakan kemajuan di dalam yaysan ini. Hal ini bida dari perkembangan yaysan yang asalahnya hanya menyelenggarakan satu jenjang sekarang berkembang menjadi 4 jenjang. Untuk sisi negatifnya adalah sering terjadi kesalah pahamana anatar ketua yayasan dengan staff karena kurangnya kepahaman para staff mengenai kebijakan yang dikeluarkan oleh keyua yayasan.
Adapun susunan kepengurusan yayasan adalah sebagai berikut
1.      Ketua yayasan                   : H. Acip Ginanjar S.Ag, M.Pd
2.      Bendahara                         : Idah Wahidah S.pd
3.      Sekretaris                          : Sahidi S.Pd
4.      Kepala sekolah MA          : Deden Erwan Suhendar S.pd
5.      Kepala sekolah MTS         : Aid syamsudin S.pd
6.      Kepala sekolah MI            : Dani Kurniawan S.pd,i
7.      Kepala sekolah PAUD      : Iwan Maolani S.Pd,i

 Analisis

Hasil analisis dan teori kepemimpinan di YayasanPendidikan baldatul Ummah. Menurut analisis penulis jika dilihat dalam konteks ketiga teori kepemimpinan yaitu;
1.      teori sifat,
2.      teori prilaku, dan
3.      teori lingkungan.
Pemimpin Yayasan Pendidikan Baldatul Ummah masuk ke dala teori  prilaku (beahavior theory) yang memiliki dasar bahwa kepemimpinan itu harus dipandang sebagai hubungan diantara orang-orang, bukan sebagai sifat atau ciri-ciri seorang individu. Oleh karena itu, keberhasilan seorang pemimpin sangat ditentukan oleh kemampuan pemimpin itu dengan segenap anggotanya.
Dengan kata lain, teori ini sangat memperhatikan prilaku pemimpin sebagai aksi respon kelompok yang dipimpinnya sebagai reaksi. Dasar bahwa Bapak Acip Ginanjar masuk kepada teori prilaku ini bahwa bapa ini adalah seorang yang tida aktif dalam kegiatan, contohnya jika ada suatu kegiatan baik ekstra maupun intra beliau pasti tidak ikut serta didalamnya, beliau juga berprilaku disiplin rapi ketika berhubungan dengan bawahannya dan santriawan-santriawati juga dengan orang lain. Kedisiplinan beliau membuat orang-orang disekitarnya mampu merespon serta menjadikannya pribadi yang rapi serta disiplin khususnya dalam lingkungan Yayasan Pondok Pesantrean itu sendiri.
Teori sifat yang merupakan salah satu dari teori kepemimpinan dan juga sebagai teori dari kepemimpinan bapak prilaku , yang disebut juga teori humanistik, lebih menekankan pada model atau gaya (style) kepemimpinan yang dijalankan oleh seorang pemimpin. Menurut James Owens dalam suatu matrik tentang gaya-gaya kepemimpinan dalam bentuk suatu model analisi yang versinya dapat dipandang sebagai model-model baku, yang dalam suatu matrik itu digambarkan lima gaya kepemimpinan, yaitu;
a.       gaya autokrasi
b.      gaya birokratis
c.       gaya diplomatis
d.      gaya parsitipatif
e.       gaya free rein leader. 
Kelima gaya kepemimpinan tersebut tidak semuanya dimiliki oleh semua pemimpin, adapun gaya kepemimpinan bapak kiayi di Yayasan Pendidikan Baldatl ummah menurut analisa penulis, bapak H acip Ginanjar menggunakan gaya kepemimpinan birokratik yaitu, gaya kepemimpinan yang djalankan dengan memberitahukan para anggota (bawahan) apa dan bagaimana sesuatu itu dilaksanakan. Namun demikian, dasar-dasar dari perintahnya ini hampir sepenuhnya menyangkut kebijakan-kebijakan, prosedur-prosedur, dan peraturan-peraturan organisasinya.
Ciri khas seorang birokrasi adalah pandangannya bahwa semua aturan atau ketentuan organisasi itu adalah “absolute”, artinya pemimpin memanage kelompoknya dengan berpegang sepenuhnya pada aturan-aturan yang telah ditetapkan. Mengapa demikian H Acipp Ginanjar menggunakan gaya kepemimpinan birokratis karena bapak kiyai ini aktif memimpin serta memberitahukan para anggotanya apa yang akan dijarakan kepada Siswa dan bagaimana metode dalam mengajarnya supaya para santri tidak merasa ada tegang atau takut dalam proses pembelajaran, kebijakan, dan peraturan sepenuhnya. Dan juga bapak kiyai ini dengan gaya birokratisnya selalu memenage para guru – guru dalam proses belajar mengajar kepada para santri dengan berpegang sepenuhnya pada aturan yang telah ditetapkan di yayasan pendidikan baldatul ummah.
Setelah mengetahui hasil analisis teori kepemimpinan bapak H acip Ginanjar, kiranya ketiga teori tersebut yakni teori sifat, prilaku, dan lingkungan tidak dapat dijalankan secara sendirian (parsial), begitu juga dengan bapak kiayi yang dalam kepemimpinannya itu menggunakan teori prilaku yang juga tidak dapat dijalankan olehnya sendiri, dan sebagai alternatifnya perlu dikembangkan kombinasi antara teori-teori itu yang memungkinkan lahirnya teori bahwa, yaitu; teori pertukaran (exchange theory), teori pribadi dan situasi (personal-situasional theory), dan teori interaksi dan harapan (interaction expectation).
Namun ketiga teori baru ini hanya satu teori baru, menurut analisis penulis dengan meninjau hasil penelitian kepemimpinan di Yayasan pendidikan baldatu ummah maka dapat dikatakan kepemimpinan bapak H acip Ginanjar dengan menggunakan teori baru yakni masuk ke dalam teori pertama; teori pertukaran (exchange theory), yang merupakan modifikasi dari teori sifat dan teori prilaku yang berasumsi bahwa interaksi sosial menggambarkan suatu bentuk tukar menukar, antara pemimpin pemimpin dengan bawahannya (anggotanya) maupun anggota dengan masing-masing saling memberikan kontribusinya. Proses tukar-menukar ini menjadikan semua pihak merasa dihargai dan mendapatkan sesuatu yang tidak dimilikinya. Pemimpin dengan sifat karakter yang dimiliknya, memberikan kontribusi terhadap anggotanya.
Upaya ini dilakukan dengan cara mengembagkan kebiasaan-kebiasaan perilakunya, sehingga berpengaruh terhadap anggota dalam keikutsertaan dalam berbagai kebijakan pemimpin, karena merasa dirinya telah diberi dan dihargai pemimpinnya. Begitu juga dengan bapak H Acip Ginanajar selaku pemimpin di yayasan pendidikan baldatul ummah dengan memberikan kontribusi kepada para guru-guru , hal yang dikatakan ini bapak Acip ini memberikan kontribusi kepada para guru – guru seperti dorongan atau motivasi agar tetap sabar dalam menghadapi para murid yang masih dalam tahap perkembangan, tidak hanya itu bapak Acip Ginanjar juga selalu memberikan kontribusi ketika para guru dalam keadaan repot menghadapi para murid disanalah letak kontribusinya.
Bukan hanya bapak acip saja yang memberikan kontribusi kepada para guru melainkan para guru dan kepala sekolah juga memebrikan kontribusinya kepada bapak Acip Ginanjar selaku  Ketua yayasan , kontribusi tersebut berupa para guru selalu hadir dalam proses belajar mengajar yang merupakan faktor utama dalam kegiatan pembelajaran. Upaya ini dilakukan dengan cara mengembangkan kebiasaan-kebiasaan prilakunya, sehingga berpengaruh terhadap anggota dalam keikutsertaan dalam berbagai kebijakan pemimpin, karena merasa dirinya telah diberi dan dihargai pemimpinya, maka dari itu juga kepala seoklah dan guru selalu memberikan kontribusinya kepada pemimpinnya apalagi kalau kontribusi yang diberikan itu mampu merespon pemimpin, mengapa demikian karena mereka merasa dihargai apabila kontribusi mereka diterima oleh pemimpinya.
Dengan adanya teori pertukaran ini pada dasarnya setiap terjadi proses sosial maka setiap pihak akan sama-sama memperoleh keuntungan. Seperti halnya pemimpin di Yayasan Pendidikan Baldatul Ummah yang menerima respon fositif dari para ustadz dan para ustadzah terhadap kontribusi yang diberikannya juga prilaku dalam kesehariannya, sedangkan para guru menerima kontribusi juga bimbingan dan arahan dalam proses belajar mengajar sehingga kebutuhannya serta kewajibannya dalam mengajar akan terjalin dengan baik dan kebijakannya dapat terealisasi, maka dengan melihat fenomena yang terjadi dalam kepemimpinan di Yayasan Pendidikan Baldatul ummah ini dapat diistilahkan teori ini disebut teori saling memberi dan menerima (take and give).



 
 

Most Reading

Sidebar One